NATAL JANGAN DILEWATKAN
Renungan: Minggu,28 Desember 2025
Oleh Pat.Ithomy Kogoya
NATAL JANGAN DILEWATKAN
"Janganlah engkau heran, karena haruslah kamu dilahirkan kembali" (Yohanes 3:7).
Saudaraku yang dikasihi Tuhan dan saya kasihi di dalam Tuhan Yesus.
Natal sering datang dengan gemerlap lampu, nyanyian, dan sukacita. Namun di balik semua itu, ada pesan yang jauh lebih dalam: Natal adalah kesempatan untuk "lahir baru". Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus bahwa manusia harus dilahirkan kembali. Artinya, Natal bukan sekadar perayaan luar, melainkan panggilan untuk membuka hati dan menerima Kristus.
Natal jangan dilewatkan, sebab setiap Natal adalah undangan Allah untuk memperbarui hidup kita. Kelahiran Yesus di Betlehem bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi karya kasih Allah yang terus berbicara hingga hari ini. Banyak orang merayakan Natal dengan pesta, tetapi melupakan inti: Kristus ingin lahir di dalam hati kita.
Natal adalah momen untuk membuka pintu hati yang tertutup, terluka, penuh dendam, ego, dan kesombongan. Natal bukan hanya membuka pintu rumah bagi tamu, menyajikan kue, atau menikmati hiasan pohon terang. Lebih dari itu, Natal adalah saat kita membuka pintu hati bagi Kristus, sehingga Ia menyembuhkan luka, melunakkan hati yang keras, dan menumbuhkan kasih yang baru. Dilahirkan kembali berarti hati kita diubah oleh Roh Kudus. Dari hati yang baru lahir, terpancar damai sejahtera, pengampunan, dan kerinduan untuk hidup benar.
Jadi, Natal jangan dilewatkan, karena di dalamnya ada kesempatan untuk lahir baru. Mari kita sambut Kristus dengan hati yang terbuka, sehingga hidup kita menjadi kesaksian nyata akan kasih-Nya.
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Korintus 5:17).
Selamat Natal,Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.Waa..
Hubula,28 Des.2025
Penulis:
Ketua Departemen Penginjilan,
Pemuridan & Misi PGBWP.
IBADAH PEMBERKATAN HONELAMA
IBADAH & PEMBERKATAN NIKAH JEMAAT BAPTIS HONELAMA WAMENA PADA MINGGU 15 NOVEMBER 2020
=====================================
Puji Tuhan.Dengan segala keredahan hati tiga pasangan yang telah mengambil keputusan untuk dinikahkan yaitu Bpk Terianus Wenda,dengan pasangan ibuYosina Yoman, Bpk Ito Wanimbo, dengan pasangan ibu Pelatina Yigibalom, dan Bpk Beki Wanimbo, dengan pasangan ibu Pulena Wenda.
Pasangan telah berkomitmen mau mentaati perintah Tuhan, salah satunya adalah Perjanjian Pernikahan.Perjanjian Pernikahan suci itu bukan ide manusia, namun suatu Amanat yang ditetapkan oleh Tuhan Allah sendiri dan siapapun manusia di bumi ini mau hidup dengan pasangan harus melakukan suatu perintah(Perjanjian pernikahan).
Ibadah dan pemberkatan nikah yang diambil ali lansung oleh Bpk Ev. Ithomy kogoya, selaku gembala sidang jemaat Baptis Honelama Wamena, dalam khotbahnya Firman Tuhan diambil dalam kitab Kejadian 1:28
" Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: " beranakcuculah dan bertambah banyak;penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan- ikan di laut dan burung- burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Gembala dalam khotbahnya menyoroti dengan sebuah
TEMA: " DIBERKATI UNTUK JADI BERKAT"
Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam khotbahnya yaitu
I.DIBERKATI.
Alkitab ditulis dengan jelas bahwa ,Adam dan Hawa adalah pasangan yang benar- benar diberkati oleh Tuhan Allah sendiri, bukan perantara manusia.Berkat itu tidak bisa beli dengan uang, tidak ada tempat untuk jual beli dan tidak bisa juga bagi- bagi dengan sebarang seperti barang dan jabatan.Tetapi berkat itu, ada di tempat yang tertentu atau misteri.
Di mana "berkat" itu ada? Berkat itu ada di HATI TUHAN.Siapa bisa diberkati? yang bisa diberkati adalah hanya orang- orang yang mau melakukan Perintah Tuhan dengan setia dan taat.Dan berkat itu ada dua yaitu hal jasmani dan rohani.Hal jasmani itu bisa dibagi- bagi tetapi hal rohani itu tidak bisa dibagi- bagi karena itu khusus dan tidak kelihatan.
II.JADI BERKAT.
Orang yang diberkati Tuhan,pasti jadi berkat.Karena kita diberkati untuk menjadi berkat firman Tuhan berkata: " Beranakcuculah; bertambah banyak dan penuhilah bumi". Hal ini, berbicara tentang berkat keturunan atau perkembangan manusia di bumi. Berkat yang khusus dan berharga di mata Tuhan Allah,adalah " MANUSIA" . Karena hanya melalui manusia ada keturunan dan perkembangan di bumi ini untuk memenuhi "Perjanjian Tuhan".
III. BAGIMANA KITA BISA JADI BERKAT KALO KITA TIDAK DIBERKATI?
Kita tidak bisa menjadi berkat bila kita tidak diberkati (Menikah). Kita tidak bisa diberkati pula kita tidak bersedia untuk diberkati(menikah).Tindakan manusia hari ini bertentangan dengan Firman Tuhan,sangat sulit jadi berkat untuk orang banyak.Mengapa begitu? Karena orang banyak pintar kawin tapi tidak mau menikah,sudah berdosa dihadapan Tuhan tapi merasa tidak berdosa.Tidak mau tahu hidup hanya begitu saja.
Sesungguhnya Alkitab mencacat itu diberkati dulu baru beranakcucu ( punyak anak), bukan beranakcucu dulu baru diberkati ( menikah). Jadi, bertobatlah sekarang bagi orang- orang yang sudah kawin tapi belum diberkati (menikah).Karena tidak bisa jadi berkat bagi anak- anak dan masa depannya sendiri.
% Tuhan Yesus Memberkati kita semua"
Honelama Minggu,15 November 2020
Ev.Ithomy Kogoya
( Gembala Jemaat Honelama)
GEREJA INJILI DI INDONESIA (GIDI)
GEREJA INJILI DI INDONESIA (GIDI)
Wilayah Toli – Klasis Konda – Dewan Nelawi
Laporan Kegiatan: Penyusunan Batu dalam Rangka Bakar Batu Jagung untuk Makan Sumbang
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan-Nya, sehingga kegiatan penyusunan batu dalam rangka bakar batu jagung untuk makan sumbang dapat terlaksana dengan baik dan penuh sukacita.
Kegiatan ini dilaksanakan di Jemaat Silo Lirawaga, dan setelah penyusunan batu selesai, kami mendapat berkat luar biasa berupa bantuan dana awal sumbangan sebesar Rp110.000.000,- (seratus sepuluh juta rupiah) dari:
Nama: Ester Yikwa
Jabatan: Kepala Desa Lirak, Distrik Karubaga. Atas nama seluruh Jemaat Silo Lirawaga, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Ester Yikwa atas ketulusan dan kepeduliannya.
Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberkati Ibu bersama keluarga dalam setiap langkah, pelayanan, dan tanggung jawabnya.
Wa, wa, wa... 🙏
Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.
IBADAH MINGGUAN HONELAMA WAMENA
Minggu 12 Oktober 2025.
PERSEKUTUAN GEREJA BAPTIS HONELAMA. WILAYAH HUBULA
==============================
Ayat Sil berganti
Yohanes 6:22-24
Ayat Panggilan : Yohanes 6:48
Mbi kineenik eekkinake minggirak ti, an aret o.
Thema :
ORANG BANYAK MENCARI YESUS
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
"Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
1. Orang banyak Mencari Yesus bukan karena mencari kebenarannya tapi hanya mencari keinginan Tubuh.
2. Mereka lupa makanan hidup yang kekal
PENYAMPAIAN FIRMAN TUHAN OLEH BAPAK GEMBALAH SIDANG
ITHOMY KOGOYA, S. Th, S. BN
PENGACARA : DANIUS W MILLY, SE
UPACARA 17 AGUSTUS 2025 DISTRIK KANGGIME KAB. TOLIKARA PAPUA PENGUNUNGAN
Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Dalam Rangka Memperingati HUT Ke 80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Di Distrik Kanggime kab. Tolikara
Kanggime, 17 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, telah dilaksanakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Pendidikan, Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, pada hari Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 09.00 hingga 10.00 WIT.
Upacara yang mengusung tema "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" ini berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Tema ini mencerminkan komitmen bangsa Indonesia untuk terus bergerak maju, memanfaatkan seluruh potensi nasional, serta memperkuat semangat persatuan dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Sebagai Inspektur Upacara adalah YONIAS WEYA, SE, selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Kabupaten Tolikara, sementara Sertu Alvian Feri dari Pos Satgas 614 Raja Pandita Distrik Kanggime bertindak sebagai Komandan Upacara. Doa bersama dipimpin oleh Dua Gurik, Ketua Klasis Kanggime, dan Pasukan Pengibar Bendera merupakan siswa-siswi SMA Negeri Kanggime.
Susunan Personil Upacara:
1. 1 SSK TNI dari Pos Ramil 1716 dan Pos Satgas 614 RJP Kanggime
2. 1 SSK Gabungan Tokoh Agama Distrik Kanggime
3. 1 SSK Gabungan Kepala Kampung se-Distrik Kanggime
4. 1 SSK Gabungan Guru se-Distrik Kanggime
5. 1 SSK Gabungan SMA Negeri Kanggime
6. 1 SSK Gabungan SD se-Distrik Kanggime
Upacara ini diikuti oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari TNI, ASN, pelajar, tokoh agama, dan masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan tingginya semangat kebangsaan dan kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah bangsa Indonesia.
Turut Hadir Dalam Kegiatan Ini:
1. Lettu Inf. Nurul Jasuli – Danpos 614 RJP Kanggime
2. Sanggera Metoki Alberth Apnawas, S.IP – Kadis Perindagkop Tolikara
3. Tukan Weya, SKM – Sekretaris Dinas Kesehatan Tolikara
4. Remai Gurik, S.Sd – Sekretaris Dinas Pendidikan Tolikara
5. Sony Herbert Imbiri, S.Ap – Sekretaris Dinas Pariwisata Tolikara
6. Meson Penggu – Wakil Ketua II DPRK Tolikara
7. Eku Wenda – Anggota DPRK Tolikara
8. Theo Weya – Kepala Distrik Kanggime
9. Emus Gire – Kepala Distrik Air Garam
10. Mely Mayoba – Kepala Distrik Nunggawi
11. Lipinus Wonda, S.IP – Kepala Distrik Waniki
12. Deki Rumbiak – Kepala Bank Papua Kanggime
13. Dua Gurik – Ketua Klasis Kanggime
Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara melalui pelaksanaan upacara ini menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI-Polri, Satgas Tergelar, serta semua elemen masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan serta menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Dengan semangat baru dan tekad untuk terus melaju, momentum peringatan HUT RI ini diharapkan dapat mempererat persatuan serta menjadi penggerak pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
SURAT TERBUKA BUAT BPK GUBERNUR PAPUA PEGUNUNGAN
Hal : Sura Terbuka
Kepada Yth.
GUBERNUR Provinsi Papua Pegunungan
Di -
Wamena.
Dengan Hormat,
Salam kasih Kristus bagi Bapak Gubernur serta Kami sekalian Rakyat Papua Pegunungan.
Pada kesempatan ini saya sebagai Pemuda Papua Asal Yahukimo ingin menyampaikan pesan terbuka melalui surat ini, terkait Dinamika Persoalan para Pencaker CPNS Formasi 2024 yang tak kunjung mendapatkan jawaban pasti dari Bapak Gubernur & Dinas Terkait ( BKD PP ). Di mana dampaknya parah pencakar harus turun demo beberapa kali. Terakhir Terjadi pada Hari Senin, 30 Juni 2024, yang di terima langsung oleh Bapak Gubernur sendiri pada saat apel pagi di halaman Kantor Gubernur.
Dalam momentum ini saya ingin menyampaikan bahwa Dalam kehidupan Negara Demokrasi di erah Reformasi saat ini, siapa saja, dari golongan manapun memiliki hak yang sama dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Begitupula sebaliknya, setiap pemimpin yang di datangi rakyatnya wajib menerima, mendengar, menyimak dan kemudian memberi jawaban sebagai solusi dari substansi persoalan yang di sampaikan.
Sehubungan dengan Demo Pencaker CPNS Formasi 2024 Provinsi Papua Pegunungan Pada Hari Senin, 30 Juni 2025, di halaman Kantor Gubernur Wenehule Hubi, saya melihat ada yang salah dalam menafsirkan substansi persoalan yang di sampaikan oleh para pencaker ini.
Apa yang di sampaikan oleh Pancaker sesungguhnya merupakan ekspresi dari wujud kekecewaan yang di hasilkan oleh dampak dari ketidakadilan. Di dalamnya tidak ada transparansi yang di pertontonkan oleh Pemerintah Provinsi ( Gubernur & Dinas Terkait ) kepada para Pencaker OAP PP/LABEWA.
Hal yang salah menurut hemat saya di sini adalah :
1. Jika kita melihat & mendengar secara seksama, Para Pencaker hanya minta kejelasan dari Bapak Gubernur 251 formasi yang di kosongkan itu saja, tidak lebih. Apalagi sampai pada upaya menggagalkan hasil Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD ) yg telah di umumkan beberapa waktu lalu oleh BKN Pusat. Dengan demikian Bapak Gubernur seharusnya cukup memberikan Jawaban atas petunjuk BKD alasan mengapa sampai 251 Formasi Afirmasi OAP PP/LABEWA itu bisa di kosongkan? Supaya para Pencaker bisa Puas.
2. Jawaban yang seharusnya menjadi tumpuan terakhir mereka untuk mendapatkan jawaban dari Bapak Gubernur, seketika sirna begitu saja karena Bapak Belum menyimak & memahami betul substansi persoalan yang di aduhkan kepada bapak sebagai jawaban.
3. Jawaban yang di dapatkan hanyalah pernyataan kosong yang penuh dengan muatan politis, yang sama sekali tidak ada urgensinya dengan tujuan mulia mereka ( Pencaker OAP PP/LABEWA )
4. Ekspresi yang di perlihatkan oleh Bapak Gubernur penuh dengan tendensi politik. Di mana tidak selayaknya di arahkan kepada para Pencaker, sampai menuduh "PROPOKATOR2" yang mau menghambat kepemimpinannya dalam membangun daerah. Bagian ini sudah sangat keliru & membingungkan para Pencaker. Karena mereka ini datang bukan karena moment politik, namun murni mencari hak lowongan pekerjaan mereka yg di duga ada indikasi yang sengaja mau di sembunyikan.
5. Dari Pernyataan Bapak terhadap para Pencaker di atas, seketika juga langsung mendapatkan respon dari Relawan dengan adanya Demo tandingan oleh Para Relawan JONES, Yang menamakan diri sebagai Forum peduli pembangunan, dengan Dalil untuk menjaga, melindungi & mengawal Kepemimpinan Bapak Gubernur dalam membangun daerah. Tujuan Demo Relawan/Forum ini jelas untuk menghalangi Para anak negeri yang sedang mencari keadilan kepada orang tuanya ( Pemerintah/Gub ). Hal ini terlihat jelas di lakukan sebagai bentuk pencitraan semata untuk mencari Simpati Gubernur tanpa melihat substansi persoalan yang sedang di perjuangkan oleh para Pencaker OAP PP/LABEWA.
Melihat dinamika yang sedang terjadi, perlu saya menyampaikan beberapa hal Kepada Bapak Gubernur sebagai solusi konkrit :
1. Perlu Bapak Gubernur memahami secara Jeli & cermat maksud substansi persoalan yang di sampaikan oleh para anak" Pencaker agar Bapak tidak salah tafsir.
2. Sesungguhnya Para Pencaker hanya minta kejelasan atas 251 Formasi CPNS Afirmasi OAP PP/LABEWA yang kosong ( tidak di munculkan ) pada saat pengumuman hasil SKD. Padahal sebelumnya ada. Oleh sebab itu jika Bapak Gubernur berkenan sudah bisa memahami substansi persoalan, maka selanjutnya Bapak Bisa membuka ruang diskusi/dialog antara Gubernur, BKD serta Pencaker, agar sama" bisa menemukan letak persoalan dan menemukan solusinya.
3. Tindak lanjut dari pada hasil diskusi/dialog jika di temukan ada kejanggalan di dalam internal Pemda ( BKD ), Maka Bapak Gubernur harus menegur dan perintahkan BKD agar bertanggungjawab untuk mengumumkan 251 formasi yang kosong tersebut. Namun jika letak persoalannya ada di BKN pusat dan KEMENPAN-RB Maka wajib Bapak Gubernur Menyurati secara resmi persoalan ini agar 251 Formasi yg di kosongkan ini bisa di kembalikan kepada anak" di daerah yang sedang menuntut keadilan dan transparansi.
4. Jika dari semua proses ini telah menemukan titik temu, barulah Bapak Gubernur bisa memerintahkan BKD untuk melanjutkan Tes Seleksi Kompetensi Bidang ( SKB ).
5. Untuk menghindari dugaan penyimpangan dari para Pencaker terhadap proses Pengumuman 251 formasi yang kosong, BKD harus umumkan secara terbuka kepada publik agar para Pencaker bisa puas dengan hasilnya. Selain itu publik juga bisa melihat dan menilai kinerja BKD dalam kepemimpinan Bapak Gubernur.
Terlepas dari persoalan yang telah di uraikan di atas, saya atas nama masyarakat ingin menyampaikan saran secara khusus kepada Bapak Gubernur agar dalam setiap demo atau moment lainnya, jangan sekali-kali menuduh pihak lawan politik yang memprovokasi situasi agar masyarakat turun demo atau pihak lawan sengaja buat cipta kondisi agar mengganggu pemerintahan yang sedang berjalan? Hal ini sangat keliru dan di luar ekspektasi lawan politik, bahkan semua orang yang ada di Papua Pegunungan.
Kita sudah sepakat bersama bahwa politik sudah berlalu maka semua hal yang di hadapi harus positif thinking, Karena semua yang terjadi adalah bagian dari dinamika sosial antara Pemimpin & rakyat yang sedang di Pimpinnya.
Selain itu pada kesempatan ini kami mohon Bapak Gubernur bisa memberikan teguran kepada Para Relawan JONES Yang menamakan diri sebagai Forum peduli pembangunan dengan tujuan menghalangi Para Pencaker tanpa memahami Substansi persoalan yang sedang di perjuangkan.
Hal ini sudah jelas membuat kegaduhan yg muaranya dapat merusak Citra Kepemimpinan Bapak Gubernur dalam menjalankan Pemerintahan serta pembangunan daerah. Dengan demikian otomatis wibawa dan martabat pemerintah daerah bisa tercoreng di depan mata publik akibat gerakan tanpa tujuan yg sedang di mainkan tersebut. Oleh sebab itu perlu ada edukasi tentang bagaimana cara memahami konteks persoalan dengan cermat dan bijak, agar tidak salah menafsirkan sesuatu yang dampaknya akan merugikan Pemerintahan yang sedang berjalan.
Sepatutnya Kita harus berpikir jernih dan sehat, karena sudah saatnya Kita bergandengan tangan membangun negeri ini tanpa adanya sekat di antara anak negeri. Apalagi sampai pada sekat politik yang telah berlalu. Setiap kita yang ada enta lawan atau kawan sebagai Orang Tua wajib merangkul untuk bersama" membangun negeri ini. Jangan lagi ada tendensi politik sampai mengorbankan nasib anak negeri. Mari berpikir untuk selamatkan mereka, bukan sebaliknya menangis karena nasibnya di Tanah/negerinya sendiri di abaikan.
Harapan & doa saya semoga surat saya sebagai pesan terbuka ini bisa di lihat, di baca dan di dengar oleh Bapak Gubernur untuk kemudian di tindak lanjuti demi menyelamatkan anak" negeri yang sedang menuntut haknya di kembalikan.
Demikian surat sebagai pesan terbuka ini yang dapat saya sampaikan kepada Bapak Gubernur, dengan penuh harapan kiranya Bapak berkenan menerimanya.
Atas perhatian Bapak Gubernur saya sampaikan terimakasih. Tuhan Memberkati. Wa wa 🙏🙏
Momuna, 02 Juli 2024
Oleh ;
Pemuda Papua Asal Yahukimo
OKTO HESEGEM
SURAT TERBUKA
*SURAT TERBUKA*
Perihal : Orang wamena bukan teroris.
Kepada Yth,
1. Gubernur Papua Pegunungan
2. DPR Papua Pegunungan
3. MRP PAPUA Pegunungan
4. Bupati Kabupaten Jayawijaya
5. DPRD Jayawijaya
6. Kapolda Papua
7. Pandam Papua
8. Kapolres Jayawijaya
9. Dandim Jayawijaya
Di_
Wamena, Papua Pegunungan,
Dengan Hormat,
Berhubungan dengan adanya sweeping dari pihak gabungan TNI/POLRI tanpa memahami kebiasaan hidup atau tradisi orang asli papua umumnya dan Papua Pegunungan (Wamena), sehingga Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, mendesak Kepada Pihak TNI/POLRI Junjung tinggi pada hukum adat atau budaya, agar tidak justifikasi alat perang budaya orang papua sebagai senjata api..
Wamena bukan kota teroris, Wamena adalah kota sentral Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, dan sektor lainnya. Jika TNI/POLRI menyita alat budaya orang asli papua, maka GMNI menilai tidak memahami tujuan negara yang sesungguhnya. Karena di negara Indonesia ada banyak latar belakang suku dan budaya berbeda. Dalam undang-undang perbab atau perpasal tidak menjelaskan alat perang tidak diperbolehkan untuk taru di rumah, TNI/POLRI yang baru dikirim ke Papua Pegunungan dan yang lama bertugas disini harus junjung tinggi pada ketentuan budaya dan adat-istiadat yang ada di tanah ini. Karena alat perang (anak Panah), tidak pernah gunakan sembarang, kecuali ada perang suku atau acara besar-besaran seperti Bakar Batu.
GMNI Jayawijaya tegaskan bahwa, tujuan datang ke wamena, Papua Pegunungan untuk melawan TPNPB, maka silahkan cari mereka di tempat mereka sana, jangan menakut-nakuti Rakyat sipil dengan kekuatan senjata, *Rakyat sipil bukan Teroris, Rakyat sipil bukan lawannya TNI/POLRI. Lawan TNI/POLRI jelas TPNPB, bukan Rakyat sipil. Jika gabungan TNI/POLRI datang menyita alat budaya, maka usir mereka. Pengusiran bukan melawan hukum, namun yang datang operasi di rumah Rakyat sipil itu yang melawan hukum. Karena alat perang seperti anak panah dan busur tidak pernah lari sembarang, kecuali perang suku atau ada kegiatan pesta adat. Tindakan TNI/POLRI begini sangat tidak etis dan mohon mengedepankan HAM*
GMNI Jayawijaya desak kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolda Papua, Pandam Papua, segera tarik militer non organik yang datangkan di tanah papua. Karena kami menilai setelah datang bukan turun di tempat tujuan, namun justru operasi di Rakyat sipil dan hal ini menurut kami sangat keliru dengan tujuan datang di tanah papua, sehingga segera tarik militer non organik. Karena TNI/POLRI yang kirim di tanah papua tidak berpendidikan baik tentang kebiasaan hidup orang asli papua, sehingga setelah datang Rambutnya gimbal, Jenggotnya panjang labelkan sebagai OPM, padahal kebiasaan hidup begini sebagai identitas orang asli papua dan bukan hal baru. Ini kebiasaan hidup orang Papua dan sebelum Indonesia merdeka, orang papua sudah biasa hidup dengan tradisi ini.
Beberapa poin yang perlu GMNI tegaskan sebagai berikut:
1. Hentikan operasi militer di Rumah Rakyat sipil di kota Wamena.
2. Hentikan justifikasi Rakyat sipil yang rambutnya gimbal, jenggotnya panjang sebagai OPM.
3. Jangan menempati aset-aset yang bukan pos TNI/POLRI di Provinsi Papua Pegunungan dan 8 Kabupaten.
4. TNI/POLRI jangan berlindung dibelakang Rakyat sipil salah satu contoh, TNI/POLRI sedang menempati di distrik Walaik.
5. 40 distrik, 328 kampung, di Kabupaten Jayawijaya bukan tempat OPM, kalau mau kejar silahkan di hutan sana.
6. Ketika TNI/POLRI berlindung dibelakang Rakyat sipil, OPM justifikasi Rakyat sipil sebagai mata-mata, sehingga Kapolres dan Dandim Jayawijaya segera tarik TNI/POLRI yang sedang menempati di beberapa distrik salah satunya saya uraikan di poin 5 diatas.
7. Kehadiran TNI/POLRI di beberapa distrik dinilai membawa ancaman dan duduki di beberapa distrik tujuan tidak jelas, sehingga GMNI Jayawijaya desak segera tarik kembali demi keamanan dan kenyamanan Rakyat sipil. Karena kehadiran TNI/POLRI menganggu psikologis Rakyat sipil yang selalu hidup dengan alam biasa dan yang kurang Pendidikan baik tentang kebiasaan hidup orang asli papua baru kirim ke tanah papua ini bisa tembak sembarang seperti kejadian di beberapa Kabupaten lainnya. Sehingga dimohon untuk segera tarik.
8. Noken, Gelang, kalung, baju, bermotif Bendera Papua, bukan senjata api atau senjata tajam. Operasi Tim gabungan yang dilakukan di kota wamena terlihat keliru dan tindakan begini justru membunuh psikologis Rakyat sipil.
9. Silahkan sweeping alat tajam seperti pisau dan parang sesuai titik koordinat yang sudah ditentukan oleh pimpinan, namun kami tegaskan jangan bikin aturan sendiri ibarat, operasi Rumah Rakyat sipil. Karena operasi tanpa ada surat ijin melawan hukum, apalagi operasi militer di Rumah Rakyat sipil.
10. Kewenangan TNI/POLRI dibatasi dengan hukum, bukan senjata api dan kewenangan jadi jaminan untuk operasi terhadap Rakyat sipil sesuka hatinya.
11. Ini surat terbuka pertama setelah Pers hari jumat. Jika terus operasi militer di rumah Rakyat sipil, maka GMNI Jayawijaya akan konsolidasi masa dan siap turun jalan demi keamanan dan kenyaman Rakyat. Karena kami menilai semua issue yang di bangun tidak ada yang bisa dipertanggungjawabkan dan kami asumsi bahwa, dibalik semua permainan ini ada agenda terselubung, sehingga segera hentikan operasi militer. Orang wamena sudah pintar dan dewasa dengan issue propoganda yang dimainkan oleh oknum-oknum penguasa yang ada di negara ini.
*Rakyat Sipil wamena bukan teroris. Hentikan operasi militer di rumah Rakyat sipil.*
Demikian surat terbuka ini menjadi acuan untuk beberapa Pimpinan yang kami sebutkan diatas, agar kedamaian di kota ini terus di jaga tanpa membangun asumsi tidak benar terhadap Rakyat sipil.
*Hormat Kami Mengurus,*
*Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.*
*""" GMNI Jayawijaya """*
Ttd
Ignasius R Pekey
Ketua GMNI
Ttd
Hengky Hilapok
Sekretaris
*Save Rakyat Sipil*
*Save Budaya Orang papua*
*Save identitas orang Papua*
*Hentikan operasi militer*
SEORANG MAMA BUPATI PANIAI BERSAMA ANAK
SEORANG MAMA BUPATI PANIAI BERSAMA ANAK
Mama memang adalah sosok yang luar biasa, seorang malaikat tanpa sayap yang selalu menghadirkan cinta dan perhatian tanpa syarat kepada anak-anaknya.
Meski anaknya adalah seorang pemimpin daerah seperti *bupati Paniai*, mama tetap menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang sederhana namun bermakna, seperti memberikan uang jajan. Tindakan ini menunjukkan bahwa bagi mama, perhatian dan kasih sayang tidak diukur dari seberapa kaya atau sukses anaknya, melainkan dari keinginannya untuk selalu memberikan yang terbaik. Ini adalah penghormatan dan pelajaran berharga bagi kita semua tentang cinta orang tua yang tulus dan abadi. Kasih sayang mama adalah harta yang tak ternilai, yang mengingatkan kita untuk selalu menghargai dan menyayangi mereka tanpa memandang latar belakang atau status kita.🫂😇🙏🏾💯













