Kata orang engkau pendiam tapi ku harus bersuara,berjuang untuk massa depan yang penuh harapan.

"bungsu rio womy"

SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT WENDA MILLY NEWS
  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

SURAT TERBUKA

*SURAT TERBUKA*

Perihal : Orang wamena bukan teroris.

Kepada Yth,
1. Gubernur Papua Pegunungan 
2. DPR Papua Pegunungan
3. MRP PAPUA Pegunungan
4. Bupati Kabupaten Jayawijaya 
5. DPRD Jayawijaya 
6. Kapolda Papua 
7. Pandam Papua
8. Kapolres Jayawijaya 
9. Dandim Jayawijaya

Di_
Wamena, Papua Pegunungan,

Dengan Hormat,
Berhubungan dengan adanya sweeping dari pihak gabungan TNI/POLRI tanpa memahami kebiasaan hidup atau tradisi orang asli papua umumnya dan Papua Pegunungan (Wamena), sehingga Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, mendesak Kepada Pihak TNI/POLRI Junjung tinggi pada hukum adat atau budaya, agar tidak justifikasi alat perang budaya orang papua sebagai senjata api..

Wamena bukan kota teroris, Wamena adalah kota sentral Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, dan sektor lainnya. Jika TNI/POLRI menyita alat budaya orang asli papua, maka GMNI menilai tidak memahami tujuan negara yang sesungguhnya. Karena di negara Indonesia ada banyak latar belakang suku dan budaya berbeda. Dalam undang-undang perbab atau perpasal tidak menjelaskan alat perang tidak diperbolehkan untuk taru di rumah, TNI/POLRI yang baru dikirim ke Papua Pegunungan dan yang lama bertugas disini harus junjung tinggi pada ketentuan budaya dan adat-istiadat yang ada di tanah ini. Karena alat perang (anak Panah), tidak pernah gunakan sembarang, kecuali ada perang suku atau acara besar-besaran seperti Bakar Batu.

GMNI Jayawijaya tegaskan bahwa, tujuan datang ke wamena, Papua Pegunungan untuk melawan TPNPB, maka silahkan cari mereka di tempat mereka sana, jangan menakut-nakuti Rakyat sipil dengan kekuatan senjata, *Rakyat sipil bukan Teroris, Rakyat sipil bukan lawannya TNI/POLRI. Lawan TNI/POLRI jelas TPNPB, bukan Rakyat sipil. Jika gabungan TNI/POLRI datang menyita alat budaya, maka usir mereka. Pengusiran bukan melawan hukum, namun yang datang operasi di rumah Rakyat sipil itu yang melawan hukum. Karena alat perang seperti anak panah dan busur tidak pernah lari sembarang, kecuali perang suku atau ada kegiatan pesta adat. Tindakan TNI/POLRI begini sangat tidak etis dan mohon mengedepankan HAM*

GMNI Jayawijaya desak kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolda Papua, Pandam Papua, segera tarik militer non organik yang datangkan di tanah papua. Karena kami menilai setelah datang bukan turun di tempat tujuan, namun justru operasi di Rakyat sipil dan hal ini menurut kami sangat keliru dengan tujuan datang di tanah papua, sehingga segera tarik militer non organik. Karena TNI/POLRI yang kirim di tanah papua tidak berpendidikan baik tentang kebiasaan hidup orang asli papua, sehingga setelah datang Rambutnya gimbal, Jenggotnya panjang labelkan sebagai OPM, padahal kebiasaan hidup begini sebagai identitas orang asli papua dan bukan hal baru. Ini kebiasaan hidup orang Papua dan sebelum Indonesia merdeka, orang papua sudah biasa hidup dengan tradisi ini.

Beberapa poin yang perlu GMNI tegaskan sebagai berikut:
1. Hentikan operasi militer di Rumah Rakyat sipil di kota Wamena.

2. Hentikan justifikasi Rakyat sipil yang rambutnya gimbal, jenggotnya panjang sebagai OPM.

3. Jangan menempati aset-aset yang bukan pos TNI/POLRI di Provinsi Papua Pegunungan dan 8 Kabupaten.

4. TNI/POLRI jangan berlindung dibelakang Rakyat sipil salah satu contoh, TNI/POLRI sedang menempati di distrik Walaik. 

5. 40 distrik, 328 kampung, di Kabupaten Jayawijaya bukan tempat OPM, kalau mau kejar silahkan di hutan sana.

6. Ketika TNI/POLRI berlindung dibelakang Rakyat sipil, OPM justifikasi Rakyat sipil sebagai mata-mata, sehingga Kapolres dan Dandim Jayawijaya segera tarik TNI/POLRI yang sedang menempati di beberapa distrik salah satunya saya uraikan di poin 5 diatas.

7. Kehadiran TNI/POLRI di beberapa distrik dinilai membawa ancaman dan duduki di beberapa distrik tujuan tidak jelas, sehingga GMNI Jayawijaya desak segera tarik kembali demi keamanan dan kenyamanan Rakyat sipil. Karena kehadiran TNI/POLRI menganggu psikologis Rakyat sipil yang selalu hidup dengan alam biasa dan yang kurang Pendidikan baik tentang kebiasaan hidup orang asli papua baru kirim ke tanah papua ini bisa tembak sembarang seperti kejadian di beberapa Kabupaten lainnya. Sehingga dimohon untuk segera tarik.

8. Noken, Gelang, kalung, baju, bermotif Bendera Papua, bukan senjata api atau senjata tajam. Operasi Tim gabungan yang dilakukan di kota wamena terlihat keliru dan tindakan begini justru membunuh psikologis Rakyat sipil.

9. Silahkan sweeping alat tajam seperti pisau dan parang sesuai titik koordinat yang sudah ditentukan oleh pimpinan, namun kami tegaskan jangan bikin aturan sendiri ibarat, operasi Rumah Rakyat sipil. Karena operasi tanpa ada surat ijin melawan hukum, apalagi operasi militer di Rumah Rakyat sipil.

10. Kewenangan TNI/POLRI dibatasi dengan hukum, bukan senjata api dan kewenangan jadi jaminan untuk operasi terhadap Rakyat sipil sesuka hatinya. 

11. Ini surat terbuka pertama setelah Pers hari jumat. Jika terus operasi militer di rumah Rakyat sipil, maka GMNI Jayawijaya akan konsolidasi masa dan siap turun jalan demi keamanan dan kenyaman Rakyat. Karena kami menilai semua issue yang di bangun tidak ada yang bisa dipertanggungjawabkan dan kami asumsi bahwa, dibalik semua permainan ini ada agenda terselubung, sehingga segera hentikan operasi militer. Orang wamena sudah pintar dan dewasa dengan issue propoganda yang dimainkan oleh oknum-oknum penguasa yang ada di negara ini.

*Rakyat Sipil wamena bukan teroris. Hentikan operasi militer di rumah Rakyat sipil.*

Demikian surat terbuka ini menjadi acuan untuk beberapa Pimpinan yang kami sebutkan diatas, agar kedamaian di kota ini terus di jaga tanpa membangun asumsi tidak benar terhadap Rakyat sipil.

*Hormat Kami Mengurus,*
*Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.*
       *""" GMNI Jayawijaya """*
Ttd
Ignasius R Pekey
Ketua GMNI

Ttd 
Hengky Hilapok 
Sekretaris 

*Save Rakyat Sipil*
*Save Budaya Orang papua*
*Save identitas orang Papua*
*Hentikan operasi militer*
Share:

Popular Posts

Search This Blog

Daftar Blog Saya

Subscribe Us

Ad Space

Responsive Advertisement
SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT WENDA MILLY NEWS

About Me

Foto Saya
WENDA MILLY NEWS
Selama ini ku hanya jalani sesuai dgn bimbingan dan pertolongan Tuhan saya bisah melakukan apa saja.
Lihat profil lengkapku

Tags

Slider

5/War/slider

Advertisement

Main Ad

Facebook

Popular Posts

Popular Posts

Recent Posts

Pages