SEORANG MAMA BUPATI PANIAI BERSAMA ANAK
SEORANG MAMA BUPATI PANIAI BERSAMA ANAK
Mama memang adalah sosok yang luar biasa, seorang malaikat tanpa sayap yang selalu menghadirkan cinta dan perhatian tanpa syarat kepada anak-anaknya.
Meski anaknya adalah seorang pemimpin daerah seperti *bupati Paniai*, mama tetap menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang sederhana namun bermakna, seperti memberikan uang jajan. Tindakan ini menunjukkan bahwa bagi mama, perhatian dan kasih sayang tidak diukur dari seberapa kaya atau sukses anaknya, melainkan dari keinginannya untuk selalu memberikan yang terbaik. Ini adalah penghormatan dan pelajaran berharga bagi kita semua tentang cinta orang tua yang tulus dan abadi. Kasih sayang mama adalah harta yang tak ternilai, yang mengingatkan kita untuk selalu menghargai dan menyayangi mereka tanpa memandang latar belakang atau status kita.🫂😇🙏🏾💯
APRESIASI KHUSUS UNTUK SUKU LANNY DAN STRATEGI POLITIKNYA
APRESIASI KHUSUS UNTUK SUKU LANNY DAN STRATEGI POLITIKNYA
Oleh : Anduru Pahabol
Suku Lani memiliki naluri politik sama dengan jarum tajam atau pedang bermata dua, jika mereka tusuk di lobang sekecil apapun jarum akan tembus, sedangkan mereka menusuk daging gunakan pedang, maka daging tidak akan ada sisa karena pedang politik mereka bekerja maksimal menghancurkan semua saraf.
Kesatuan, dan persatuan mereka tidak bisa di kalahkan oleh siapapun, karena mereka adalah sarang semut dan sarang lebah, selalu berada menjaga kandang, marga, suku secara tertib, waspada setiap saat.
Jika mereka keluar untuk menggigit musuh maka mereka akan keluar dalam kesatuan sehingga musuh tidak bisa menahan menghadapi mereka.
Walaupun mereka terlihat perang dengan sesama suku dan suku lainya maka Amarah mereka hanya itu bertahan sebentar saja kemudian mereka bersatu Kembali, karena kesatuan mereka sama dengan pondasi kaki BUMI.
"SUKU LANI INI LAYAK MENJADI PEMIMPIN DIMANAPUN", karena MEREKA itu Api dan air, mereka bisa kasih panas dan kasih dingin Susana.
Dimana mereka jalan keliling Bumi, disana mereka menaruh bekas dan tanda kaki mereka
KARENA ITU SUKU LANI MAMPU. Memimpin dua periode menjadi Gubernur di Provinsi Papua Induk di Jayapura sedangkan Gubernur sebelumnya hanya satu-satu periode saja, mereka mencetak nama Di tinta manis di Provinsi induk itu dengan pembangunan yang anak cucuk akan bercerita.
_ Menjadi bupati di Pegunungan bintang selama 10 tahun bpk alm Wellington.(Di tempat suku lain)
- Menjadi Bupati Mamberamo Raya DR. Jhon Tabo (di tempat suku lain).
- Terpilih Bupati baru orang Gunung di Kabupaten Jayapura DR Yunus Wonda (di tempat suku lain.
- Terpilih menjadi Gubernur Provinsi Papua Pegunungan. DR. Jhon Tabo, MBA dan akn memimpin di 8 Kabupaten Provinsi Papua Pegunungan kedepan.
______________________
Saat ini mereka terlihat lawan tetapi kemudian mereka pasti akan menjadi satu.
Tuhan taru suku ini untuk menjadi berkat, contoh agar semua suku yang di sebut ikut - ikutan, atau tidak punya kesatuan, jika mau menjadi PEMIMPIN di masa akan datang harus banyak belajar banyak dengan Suku LANI.
Lanny Jaya Mandiri
Lanny Jaya Bersatu.
#sorotan semua orang#
𝓣𝓪𝓴𝓽𝓪 𝓘𝓷𝓭𝓸𝓷𝓮𝓼𝓲𝓪 𝓢𝓮𝓶𝓫𝓾𝓷𝔂𝓲𝓴𝓪𝓷 𝓪𝓹𝓪 𝓭𝓲 𝓟𝓪𝓹𝓾𝓪
INDONESIA SEMBUNYIKAN APA DI PAPUA BARAT?
Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
Mengapa Papua Barat menjadi wilayah koloni Indonesia yang diisolasi?
Apa yang penguasa kolonial firaun modern Indonesia sembunyikan di Papua Barat?
Apa yang penguasa kolonial firaun modern Indonesia takutkan di Papua Barat?
Pertanyaan-pertanyaan ini dimunculkan karena ada beberapa fakta sebagai berikut:
1. Wartawan asing dilarang masuk di Papua Barat;
2. Wartawan nasional dilarang masuk di Papua Barat;
3. Diplomat asing dilarang masuk di Papua Barat;
4. Palang Merah Internasional dilarang masuk di Papua Barat?
5. Lembaga-lembaga kemanusiaan Internasional dilarang masuk di Papua Barat.
Sementara persoalan Papua Barat adalah sudah menjadi seperti duri dalam sepatu Indonesia atau seperti duri dalam tubuh bangsa Indonesia.
Semua masalah Papua seperti duri di dalam tubuh Indonesia ini sudah menjadi seperti luka membusuk dan dan bernanah di dalam tubuh bangsa Indonesia.
Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno menggambarkan persoalan konflik Papua Barat sebagai berikut:
“Ada kesan bahwa orang-orang Papua mendapat perlakuan seakan-akan mereka belum diakui sebagai manusia. Kita teringat pembunuhan keji terhadap Theys Eluay dalam mobil yang ditawarkan kepadanya unuk pulang dari sebuah resepsi Kopassus.”
“Situasi di Papua adalah buruk, tidak normal, tidak beradab, dan memalukan, karena itu tertutup bagi media asing. Papua adalah luka membusuk di tubuh bangsa Indonesia.” (hal.255).
“…kita akan ditelanjangi di depan dunia beradab, sebagai bangsa yang biadab, bangsa pembunuh orang-orang Papua, meski tidak dipakai senjata tajam.” (hal.257). (Sumber: Franz: Kebangsaan, Demokrasi, Pluralisme Bunga Rampai Etika Politik Aktual, 2015).
Sementara alm.Pastor Frans Lieshout, OFM sebagai Gembala dan Guru Bagi Papua mengungkapkan:
"..Orang tidak mau mendengar orang Papua, apa yang ada dihati mereka, aspirasi mereka. Aspirasi itu dipadamkan dengan senjata, kita harus mengutuk itu. Pendekatan Indonesia terhadap Papua harus kita kutuk. Orang Papua telah menjadi minoritas di negerinya sendiri. Papua tetaplah luka bernanah di Indonesia." (Sumber bacaan: Pastor Frans Lieshout. Gembala Dan Guru Bagi Papua. hal.399, 601).
Sedangkan ibu Dr. Anti Soleman dalam saat peluncuran 5 buku Seri Sejarah Politik, HAM dan Demokrasi di West Papua karya Markus Haluk di Graha Oikoumene, Jakarta, Kamis (15/6/2023) menyatakan, “Buku ini (karya Haluk) cerita tentang luka. Luka tentang Papua itu tidak saja ada pada kami seperti usia saya yang sudah 71 tahun, tapi luka itu sudah ada dalam hidup anak dan cucu kita, umurnya 17 tahun”.
Pendeta Gomar Gultom, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada suatu diskusi tentang Papua pernah mengungkapkan:
"Persoalan Papua hari ini sudah seperti luka bernanah yang belum sembuh, belum kering nanahnya tapi muncul luka yang baru di atasnya" (Sumber: Pdt. Ronald Rischard Tapilatu: Membawa Keadilan dan Damai ke Tanah Papua: 2024, xvi).
Akar konflik Papua Barat yang sudah seperti duri dan luka membusuk ini sudah dirumuskan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sudah tertuang dalam buku Papua Road Map, yaitu 4 akar persoalan sebagai berikut:
(1) Sejarah dan status politik integrasi Papua ke Indonesia;
(2) Kekerasan Negara dan pelanggaran berat HAM sejak 1965 yang belum ada penyelesaian;
(3) Diskriminasi dan marjinalisasi orang asli Papua di Tanah sendiri;
(4) Kegagalan pembangunan meliputi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat Papua.
Penguasa Indonesia tidak bisa menghindar dari fakta-fakta ini. Pemerintah Indonesia juga tidak boleh bersembunyi dibalik "jargon" NKRI harga mati di Papua Barat.
Dunia semakin terbuka dan mengglobal dan tidak ada rahasia dan tidak ada tersembunyi. Media sosial telah menjadi alat interaksi sosial yang lebih cepat
Solusi akar konflik Papua Barat bukan membatasi wartawan dan diplomat asing.
Solusi akar konflik Papua Barat juga bukan Daerah Otonomi Baru Boneka Indonesia dan Otonomi Kasus Nomor 2 tahun 2021.
Solusi yang lebih bermartabat, adil dan mendamaikan ialah dialog atau perundingan damai seperti persoalan Aceh, GAM-RI di Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Terima kasih. Selamat membaca
Ita Wakhu Purom, 15 Juli 2024
Penulis:
1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
2. Anggota: Dewan Gereja Papua
(WPCC).
3. Anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC).
4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).
__________
Kontak:
1. 08124888458
2. 081288887882
FESTIVAL BUDAYA LANNY KABUPATEN LANNY JAYA PAPUA PENGUNUNGAN
FESTIVAL BUDAYA LANNY
KABUPATEN LANNY JAYA PAPUA PENGUNUNGAN.
Yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata yang Ke 2 di Kabupaten Lanny Jaya, Oleh sebab itu Panitia di upayakan untuk Kedatangan Orang Asing ikut terlibat dan bersaksi Melestarikan tradisi budaya Orang Lanny yang benar.
Dan saat itu PLH Bupati Lanny Jaya PETRUS WAKERKWA, SE, M. Si
di Buka Festival budaya Lanny pada Kamis di Kantor DPRD Kabupaten Lanny Jaya yang berlangsung. Dan Melestarikan seni Budaya Lanny ada beberapa Jenis Kegiatan yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata Yaitu :
1. Seni budaya Lanny yang dulu sepertinya Lagu dan Perang Perangan setiap Distrik maupun daerah Masing-masing untuk melestarikan tradisi mereka.
2. Akustik Group masing-masing untuk membawah Nama daerah.
3. Tingkat SLTP & SMA Membawakan Lombah Pindato dalam bahasa Daerah untuk menetapkan MCS Atau membangkitkan kembali.
Demikian Kegiatan Selanjutnya pada tanggal 24 November hari esok tetap berlanjut oleh sebab itu akan menutup Kegiatan itupun dari PLH Bupati Kabupaten Lanny Jaya papua pengunungan.
Michael Jordan berkulit hitam Membawakan Inspirasi
Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.
Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.” Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”
Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang.
Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian.
Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?” Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.” Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”
Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.
Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.
Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.
Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.
Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”
Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”
Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”
Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.”
Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?
Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. Dia mengasah potensinya hingga akhirnya dia menjadi salah seorang pemain basket terhebat di dunia ini dan menjadi salah seorang atlet terkaya.
Semoga jadi inspirasi 🙏🙏🙏













